<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bagaimana Cara Membuat Pupuk Organik?</title>
	<atom:link href="http://hs.web.id/bagaimana-cara-membuat-pupuk-organik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hs.web.id/bagaimana-cara-membuat-pupuk-organik/</link>
	<description>Tips Tips Sehari-hari</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Aug 2009 17:51:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Art Mann</title>
		<link>http://hs.web.id/bagaimana-cara-membuat-pupuk-organik/comment-page-1/#comment-84</link>
		<dc:creator>Art Mann</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 16:00:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-84</guid>
		<description>pupuk organik engak bisa dibuat secara pabrik atau industri kimia, pupuk organik terjadi melalui proses alam yaitu pembusukan yg dilakukan oleh organisme bakteri yg memerlukan waktu lama, bisanya dibuat dari kotoran hewan yg dibiarkan/ditimbun dalam tanah. karena sifatnya organik tidak akan menimbulkan apa2 terhadap tanaman, semakin banyak semakin baik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pupuk organik engak bisa dibuat secara pabrik atau industri kimia, pupuk organik terjadi melalui proses alam yaitu pembusukan yg dilakukan oleh organisme bakteri yg memerlukan waktu lama, bisanya dibuat dari kotoran hewan yg dibiarkan/ditimbun dalam tanah. karena sifatnya organik tidak akan menimbulkan apa2 terhadap tanaman, semakin banyak semakin baik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bw</title>
		<link>http://hs.web.id/bagaimana-cara-membuat-pupuk-organik/comment-page-1/#comment-83</link>
		<dc:creator>bw</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 09:01:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-83</guid>
		<description>Waduh oom. Nanyanya susah ya.... Begini aj, saya undang ke Karawang. kita main ke dekat rumah saya. disana banyak petani yang sudah ahli dalam pembuatan dan penghitungan konsumsi pupuk organik untuk luas sawah tertentu. Jangan ambil teks book. kadang kondisinya terlalu ideal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waduh oom. Nanyanya susah ya&#8230;. Begini aj, saya undang ke Karawang. kita main ke dekat rumah saya. disana banyak petani yang sudah ahli dalam pembuatan dan penghitungan konsumsi pupuk organik untuk luas sawah tertentu. Jangan ambil teks book. kadang kondisinya terlalu ideal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hesti w</title>
		<link>http://hs.web.id/bagaimana-cara-membuat-pupuk-organik/comment-page-1/#comment-82</link>
		<dc:creator>hesti w</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 02:58:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-82</guid>
		<description>Pupuk organik ada 2 jenis, yaitu bentuk padat &amp; cair. Bahannya pun bermacam-macam. Salah satunya yang bahannya paling mudah didapat adalah berkut ini.
Cara membuat pupuk organik :
(1) Cincang sampah hijau seperti sisa sayuran, sayuran basi, dan sebagainya. 
(2) Siapkan tong plastik atau tong bekas wadah cat tembok ukuran 25 kilogram (kg), lengkap dengan tutupnya. Siapkan juga kantong plastik ukuran 60 cm x 90 cm dan beri beberapa lubang sebesar 1 cm. Lubang ini untuk memperlancar sirkulasi air dalam tong. 
(3) Siapkan 1/4 kg gula merah yang sudah dilarutkan. 
Siapkan 1/2 liter bahan EM4 untuk mempermudah proses pelarutan. 
(4) Siapkan 1/2 liter air bekas cucian beras. 
Siapkan 10 liter air tanah. Untuk hasil maksimal jangan gunakan air hujan atau air PAM. 
(5) Campur air bekas cucian beras, EM4, dan air gula ke dalam tong plastik. Sementara itu cincangan sampah hijau dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah dilubangi.
(6) Setelah itu, masukkan kantong plastik ini ke dalam tong plastik dan tambahkan air tanah. 
Ikat kantong plastik berisi sampah hijau itu dan tutup pula tong plastik itu dengan rapat selama tiga minggu (21 hari). 
(7) Setelah tiga minggu, sampah dalam tong itu tidak berbau dan kelihatan menyusut. Angkat sampah itu hingga air tiris. 
(8) Sampah dari dalam plastik menjadi pupuk padat, sedangkan air dalam tong menjadi pupuk cair (lindi)
(9) Contoh dosis pemberian pupuk cair :
10 liter lindi dicampur dgn 50 liter air untuk kebun seluas 100 m2.
Ada juga yang bahan dan cara membuatnya berikut ini :
(1) Bahan : kotoran sapi/kerbau yg sdh 3 minggu, serbuk gergaji 10% dari kotoran, abu sekam 10%, stardek 0.25, kalsit 2.5%.
(2) Caranya  dibuat berlapis2 dalam suatu bak penampungan. 
Bak penampungan 1. 
Lapisan pertama serbuk gergaji, kemudian abu sekam, kalsit, kotoran, stardek, kalsit, dan terakhir serbuk gergaji kembali.
(3) Setelah pengomposan selama 1 minggu di bak penampungan 1, aduk dan pindahkan ke bak 2, seminggu kemudian pindahkan ke bak 3. Pemrosesan memakan waktu sekitar 3 s/d 4 minggu.
Hasil penelitian dengan komposisi pupuk organik padat di atas mampu meningkatkan hasil panen padi antara 10 hingga 40%.
Semoga bermanfaat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pupuk organik ada 2 jenis, yaitu bentuk padat &#038; cair. Bahannya pun bermacam-macam. Salah satunya yang bahannya paling mudah didapat adalah berkut ini.<br />
Cara membuat pupuk organik :<br />
(1) Cincang sampah hijau seperti sisa sayuran, sayuran basi, dan sebagainya.<br />
(2) Siapkan tong plastik atau tong bekas wadah cat tembok ukuran 25 kilogram (kg), lengkap dengan tutupnya. Siapkan juga kantong plastik ukuran 60 cm x 90 cm dan beri beberapa lubang sebesar 1 cm. Lubang ini untuk memperlancar sirkulasi air dalam tong.<br />
(3) Siapkan 1/4 kg gula merah yang sudah dilarutkan.<br />
Siapkan 1/2 liter bahan EM4 untuk mempermudah proses pelarutan.<br />
(4) Siapkan 1/2 liter air bekas cucian beras.<br />
Siapkan 10 liter air tanah. Untuk hasil maksimal jangan gunakan air hujan atau air PAM.<br />
(5) Campur air bekas cucian beras, EM4, dan air gula ke dalam tong plastik. Sementara itu cincangan sampah hijau dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah dilubangi.<br />
(6) Setelah itu, masukkan kantong plastik ini ke dalam tong plastik dan tambahkan air tanah.<br />
Ikat kantong plastik berisi sampah hijau itu dan tutup pula tong plastik itu dengan rapat selama tiga minggu (21 hari).<br />
(7) Setelah tiga minggu, sampah dalam tong itu tidak berbau dan kelihatan menyusut. Angkat sampah itu hingga air tiris.<br />
(8) Sampah dari dalam plastik menjadi pupuk padat, sedangkan air dalam tong menjadi pupuk cair (lindi)<br />
(9) Contoh dosis pemberian pupuk cair :<br />
10 liter lindi dicampur dgn 50 liter air untuk kebun seluas 100 m2.<br />
Ada juga yang bahan dan cara membuatnya berikut ini :<br />
(1) Bahan : kotoran sapi/kerbau yg sdh 3 minggu, serbuk gergaji 10% dari kotoran, abu sekam 10%, stardek 0.25, kalsit 2.5%.<br />
(2) Caranya  dibuat berlapis2 dalam suatu bak penampungan.<br />
Bak penampungan 1.<br />
Lapisan pertama serbuk gergaji, kemudian abu sekam, kalsit, kotoran, stardek, kalsit, dan terakhir serbuk gergaji kembali.<br />
(3) Setelah pengomposan selama 1 minggu di bak penampungan 1, aduk dan pindahkan ke bak 2, seminggu kemudian pindahkan ke bak 3. Pemrosesan memakan waktu sekitar 3 s/d 4 minggu.<br />
Hasil penelitian dengan komposisi pupuk organik padat di atas mampu meningkatkan hasil panen padi antara 10 hingga 40%.<br />
Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
